~ Cha ~ Only

Just a part of my life, catatan-catatan kecil dalam hidupku yang tersusun dalam lembaran-lembaran digital

Rindu……

Filed under: my self — cha2mediana at 5:22 am on Wednesday, October 15, 2008

Perpisahan selalu menorehkan luka. Entah dalam, entah tidak, luka selalu ada. Luka karena rindu. Rindu karena perpisahan.
Bersyukur dan beruntunglah orang-orang yang terlukaoleh rindu. Rindu pada ramadhan yang akan meninggalkan manusia. Rindu pada kemuliaan yang bertebar seperti bintang-bintang. Rindu pada malam-malam, dimana jarak Allah dan hambanya, begitu dekat. Sedekat urat nadi di leher manusia. Rindu pada sujud-sujud panjang, di bulan yang lebih baik dari seribu bulan.
Bersyukur dan beruntunglah orang-orang yang mampu menjaga rindu. Seperti kekasih yang merindu kekasih. Ramadhan dalam sebuah jembatan untuk menjumpai Maha Kekasih. Jembatan yang senantiasa harus dijaga. Titiannya harus selalu bersih dari nafsu jelaga. Bagi orang-orang beriman, Ramadhan laksana penghapus dahaga. Dahaga atas kasih Maha Kekasih.
Pada hati paling dalam, kita seharusnya mulai bertanya. Adakah luka yang tertoreh oleh rindu dalam kalbu. Adakah perpisahan dengan ramadhan ini membuat kita tersengguk haru. Adakah?
Ya Rabbana, jangan jadikan kami orang-orang yang hidup tanpa rindu padaMu. Jangan jadikan kami tak merasa terluka oleh ramadhan yang pergi berlalu. Lukai hati-hati kami dengan rindu. Torehkan dalam-dalam luka rindu. Jadikan kami hamba yang selalu mencoba menghentikan putaran waktu, agar ramadhan tak segera berlalu.
Ya Allah, muliakan kami dengan rindu kepadaMu. Rindu yang bukan palsu. Rindu yang tak hanya basah di bibir, tapi juga di jiwa dan kalbu. Mengalir bersama dalam darah, berdenyut selalu dalam nadi, berzikir, mengingat dan merindukanMu.
Meski kami dina, kisah tentang kekasihMu Ibrahim, selalu membuat hati ini remuk redam karena iri pada kisahnya.
Izrail, malaikat maut yang Kau utus untuk menjemput Ibrahim. Dalam percakapannya, Ibrahim berkata. “Tolong sampaikan pada Allah, adakah kekasih yang tega mencabut nyawa kekasihnya.”
Lalu, Allah, lewat Izrail menitipkan pesan pada Ibrahim. “Ya Ibrahim, adakah kekasih yang tak rindu bertemu dengan kekasihnya.” Lalu pulanglah Ibrahim menemui sang Khalik, dengan rindu dan dirindukan.
Ya Allah, semoga Engkau jadikan kami orang-orang yang selalu merinduMu dan selalu Kau rindukan. Torehkan dalam-dalam rindu di hati kami. Selalu.



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>