~ Cha ~ Only

Just a part of my life, catatan-catatan kecil dalam hidupku yang tersusun dalam lembaran-lembaran digital

About Commitment

Filed under: phsyco — cha2mediana at 4:55 am on Thursday, October 23, 2008

Mungkin Anda sering merasa sebel karena si dia terlalu cuek, seolah tak memperhatikan arah hubungan yang Anda jalani berdua. Tetapi dia menolak disebut tidak serius atau tidak bertanggung jawab. Tak perlu bingung, kaum pria memang begitu.

Seseorang mencoba ‘menerjemahkan’ kata-kata yang sering diucapkan pasangan Anda:

Aku butuh ruang sendiri, aku masih ingin mencintai diriku sendiri

Laki-laki biasanya akan meminta jarak dari Anda saat ia merasa terlalu jauh terlibat dalam hubungan dan merasa tdak nyaman lagi. Ia merasa Anda telah jauh merangsek ke dalam seluruh sisi kehidupannya. Ini bukan berarti dia membenci dan ingin menghindari Anda, tetapi ia hanya ingin punya waktu sendiri.

Kata-kata itu bisa diartikan, “Sayang, aku ingin menikmati hari ini tanpamu.” Jadi, menghadapi ini, Anda sebaiknya tak perlu ambil pusing. Santai saja. Anggap ini sebagai liburan juga untuk memanjakan diri Anda sendiri.

Aku ingin berpisah sebentar karena aku ‘terlalu mencintaimu’.

Bila dia mengatakan ini, lebih baik tinggalkan saja dia, tak perlu berpikir panjang lagi. Ia berkata ‘terlalu mencintai’ hanya untuk memperhalus kata-katanya. Intinya, ia ingin putus, itu saja.

Aku ingin bersamamu, tapi tanpa ikatan.

Kaum laki-laki memang relatif susah diajak berkomitmen. Mereka memandang pernikahan sebagai salah satu tahapan dalam hidupnya yang harus dilalui ketika semuanya sudah siap: karir mapan, tabungan cukup, usia cukup. Sementara perempuan cencerung memandang pernikahan sebagai muara dari sebuah hubungan: jatuh cinta, pacaran, dan menikah.

Cara mencari tahu apakah ia serius atau tidak, tanyakan langsung kepadanya, apa yang membuatnya menunggu. Bila alasannya cukup jelas, Anda boleh bersabar, tapi bila jawabannya absurd, Anda tak perlu lagi menunggunya, karena memang dia tipe laki-laki anti-kemapanan.

Jangan ketemu ortuku dulu ya.

Ada dua alasan mengapa dia melarang Anda bertemu orangtuanya; pertama, karena ia takut Anda terluka bila menemui mereka karena sesuatu hal. Kedua, ia memang tak ingin serius dengan hubungan ini.

Aku mencintaimu, tapi tidak in love.

Ini berarti, Anda bukan satu-satunya orang yang diinginkannya. Ia memang mencintai Anda, tetapi tidak sepenuhnya, tidak sebesar cinta Anda padanya. Bila keadaanya seperti ini, pikirkan lebih lanjut, apakah Anda kuat selalu dinomorduakan.

Jangan terlalu ‘membara’ ya.

Ego laki-laki sangat besar. Ia ingin selalu yang mengambil peran. Bila Anda terlalu ‘memaksanya’, dia akan merasa seoalah-olah dilangkahi sebagai inisiator. Dia jauh lebih suka bila Anda diam, dan dia yang akan menghampiri Anda. Namun sayangnya, bila ini terus berlanjut, Anda akan kehilangan ketertarikan itu.

Laki-laki tidak pernah suka ditanya,”ke mana arah hubungan ini?” Tapi dalam hal ini, Anda perlu melakukannya. Anda harus tahu apakah hubungan itu layak dipertahankan.

Jadi honey, jawaban yang mana yang akan kamu berikan padaku tentang komitmen kita?????



No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>